UPT-PMB ( Unit Pelayanan Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru) UM Jember bersama dengan seluruh civitas akademika terus melakukan kesempurnaan demi memberikan layanan terbaik untuk para mahasiswa dan calon mahasiswa baru. Kesempatan besar untuk menjadi mahasiswa baru UM Jember dan menjadi bagian kegiatan internasionalisasi kampus ditahun akademik 2019/2020. Kini telah dibuka melalui dua jalur yakni minat bakat (PMDK) dan Mandiri (SMPTM). Semakin dekat dan mudah UPT-PMB menawarkan untuk calon mahasiswa baru mendaftar secara On The Road saat tour menggunakan armada trans UM Jember diberbagai kota. Difasilitasi pendaftaran secara online dan selanjutnya dapat test secara online atau CBT yang hanya dapat dilakukan di UM Jember. dalam road show PMB bersama UM Jember Trans masyarakat umum dapat menikmati fasilitas yang disediakan oleh UM jember diantaranya, cek kesehatan gratis, sajian menu makanan dari prodi pariwisata live music dan games serta informasi akademik lainnya. Yang lebih istimewa UM Jember menyediakan bebas biaya dan test untuk calon mahasiswa penghafal al-qur’an atau Hafidz/Hafidzah. Jelas Trias Setyowati, SH, SE, MM.

Trias Setyowati, SH, SE, MM selaku kepala UPT-PMB memaparkan keunggulan lain dari menjadi lulusan UM Jember juga para mahasiswa nantinnya akan mendapatkan dua ijasah yang akan diterima yakni satu ijasah resmi berdasarkan penilaian Akademik serta Surat keterangan pendamping Ijasah (SKPI) yang didalamnya berisi tentang kemampuan Soft skill yang dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri yang bisa digunakan sebagai pendukung untuk melamar kerja ataupun membangun usaha mandiri sesuai keahlian yang dimiliki. Bagi calon mahasiswa UM Jember juga memiliki beberapa program beasiswa diantarannya Beasiswa Bidikmisi, beasiswa PPA, Djarum Beswan, Beasiswa Alumni, Beasiswa Pemkab Jember, dan Beasiswa Persyarikatan Muhammadiyah. Dr. Ir Muhammad Hazmi, D.E.S.S mengatakan bahwa UM Jember mendukung dan memfasilitasi pendidikan untuk mahasiswa salah satunya dengan beasiswa demi kelancaran belajar sekaligus meraih prestasi dan pada tahun 2019/2020 UM Jember gratis biaya pendaftaran.

UM Jember terus berkembang dan berkemajuan kini telah memiliki 10 fakultas dengan 28 prodi terakriditasi. Semua informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses http://uptpmb.unmuhjember.ac.id/ dan untuk pendaftaran offline calon mahasiswa dapat langsung datang ke Universitas Muhammadiyah Jember, Jl. Karimata 49 Jember di jam kerja Senin-kamis pukul 07.00 – 14.00 WIB, dan Jum’at- Sabtu pukul 07.00 – 12.00 WIB.

Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Salah satunya adalah tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana seluruh pasar global masuk ke Indonesia menuntut semua pelaku industri memikirkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satu bisnis yang cukup berkembang pesat di Indonesia adalah bisnis kuliner. Secara potensial, di Jember sendiri merupakan kota bisnis kuliner cake cukup digandrungi penduduk lokalnya maupun pendatang. Membaca peluang tersebut membuat tim pelaksana Program Pengabdian Masyarakat hasil kerjasama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Ristek Dikti berusaha untuk melakukan inovasi dan rehabilitasi kepada UMKM di Jember. Kabupaten Jember memiliki dua mitra usaha yang bergerak di bidang cake yakni mitra usaha pertama dengan nama Rumah Kue Jember yang berada di Jalan Sriwijaya, Karangrejo dan mitra usaha kedua dengan nama Kue Nafita yang berada di Jalan Karimata, Sumbersari. Tim pelaksana yang dari Universitas Muhammadiyah Jember yakni Astrid Maharani, S.E., M.Akun. dan Seno Sumowo, S.E., M.M. melakukan inovasi Kue Batik Jember Sebagai Upaya Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Jember. Salah satu tahapan yang dilakukan tim pelaksana pada tanggal 10 Juli 2019 memberikan pengetahuan mengenai inovasi dalam produk UMKM tersebut dengan melakukan pelatihan membatik di media kue bole dan cake tape. Pelatihan dihadiri 10 orang peserta dari Rumah Kue Jember dan Kue Nafita dan berlangsung selama 4 jam. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan UMKM dapat semakin berkembang berkat inovasi motif batik Jember. Selain membekali UMKM dengan keterampilan membuat motif batik Jember di media kue bolu dan cake tape, kami juga membekali UMKM untuk peningkatan segi operasional dengan pemberian mesin, peningkatan segi pemasaran dengan offline dan online, peningkatan dari segi akuntansi dengan perhitungan HPP dan pembuatan Laporan Keuangan berbasis SAK EMKM. Dengan adanya beberapa usaha tersebut diharapkan mitra usaha dapat semakin berkembang dan dapat menjadi icon oleh-oleh Khas Jember,” ujar Astrid Maharani, SE, M.Akun. selaku Ketua Tim Pelaksana. Dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat tersebut juga mengikutsertakan 5 mahasiswa dari program studi Akuntansi dan Manajemen sebagai wujud implementasi penerapan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam membantu mengatasi masalah yang ada di mitra usaha.

Politik transaksional atau politik uang merupakan salah satu masalah serius dalam setiap pemilihan umum di Indonesia. Dalam setiap event penyelenggaraan pemilu selalu ditemukan pelanggaran berupa politik transaksional baik dalam pemilihan berskala nasional seperti pemilihan presiden sampai dengan pemilihan berskala lokal seperti pemilihan kepala desa. Bahkan di beberapa daerah politik transaksional menjadi suatu hal yang biasa dan diterima. Sampai dengan saat ini, realita ini masih terus terjadi di masyarakat dan belum ditemukan titik temu penyelesaiannya. Maka berangkat dari permasalahan sosial tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember berusaha mengungkapkan mengapa hal tersebut dapat terjadi dengan melakukan kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian tersebut adalah sebuah bentuk melaksanakan tugas tri dharma Perguruan Tinggi untuk mengembangkan riset yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Karya mahasiswa dengan judul ‘Banal Politik Transaksional Para Pemilih’ diapresiasi oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) dan terpilih dalam kegiatan Program Kreatvitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2019. Mahasiswa tersebut bernama Haressa Lintang Rizkika (S1— Psikologi), Hikmatul Ummah (S1— Psikologi), dan Aidina Winona Raider (S1— Psikologi) serta dosen pendamping Erna Ipak Rahmawati, S.Psi.,MA. Mereka melakukan penelitian terkait dengan mengapa masyarakat terus-menerus melakukan praktik politik transaksional kendati hal tersebut dilarang oleh Undang-Undang Dasar. Lintang, Ummah dan Winona menemukan fenomena yang ada di masyarakat, kemudian berusaha mengungkapkannya melalui tinjauan psikologis. Hasilnya bahwa masyarakat menganggap bahwa poliik transaksional adalah hal yang tidak harus dihindari atau dianggap sebagai hal yang positif. Banyak dari masyarakat memaknai bahwa pemberian dalam pemilu adalah bentuk hadiah, tali asih dan kompensasi atas hak suara yang mereka berikan. Dalam penjelasan ilmu psikologi, masyarakat mengganggap dirinya tidak berdaya sehingga mereka mengharapkan bantuan dari orang lain. Maka hal ini menjadi celah bagi seseorang yang ingin duduk dalam kursi kekuasaan untuk memberikan uang karena pemberian yang diterima akan dimaknai sebagai tindakan prososial atau tindakan ‘menolong’ yang diharapkan oleh masyarakat. Kontrol normatif masyarakat juga tidak bekerja saat penyelenggaraan pemilu tiba, karena masyarakat merayakan budaya pragmatisme ini bersama-sama. Bahkan bagi banyak individu, melakukan praktik politik transaksional akibat dari meniru atau dalam istilah psikologi disebut ‘modelling’ terhadap perilaku masyarakat yang lain. Harapannya setelah mengetahui akar permasalahan fenomena politik transaksional, baik dari masyarakat maupun pemerintah dapat mencari solusi bersama-sama agar cita-cita untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih dapat terlaksana.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi

OffCanfas (ID)