FE UM Jember Kuliah Umum Bersama Menteri Ristekdikti RI : Ingin Ciptakan Entrepreneur Muda Yang Berinovasi

UM Jember. Pada kamis (28/9/2017) sebuah kebanggaan bagi UM Jember menyambut kedatangan menteri Ristekdikti RI Prof.H Mohamad Nasir, Ph.,D., Ak

dalam acara kuliah umum di UM Jember, bertempat di Aula Zaenuri. Dalam kunjungan bapak menteri ke UM Jember beliau memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa terkhusus pada fakultas ekonomi UM Jember dan beberapa undangan dosen yang ada dilingkungan UM Jember. Bapak menteri hadir di UM Jember pada pukul 07.20 WIB dengan dijemput oleh rektor untuk pertama melakukan sarapan bersama di Loby Akpar UM Jember sebelum memulai acara kuliah umum di aula Zaenuri.

Tepat pada pukul 08.00 WIB bapak menteri memasuki aula Zaenuri dengan sambutan antusiasme dari para audiens. Setelah dilakukan acara penyambutan MC mempersilahakan bapak menteri untuk memulai kuliah umum. Pada kuliah umum menteri Ristekdikti RI ini yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Dr Ir M Hazmi DESS selaku Rektor UM Jember. sebelum memulai kuliah umum moderator membacakan secara singkat biodata bapak menteri kemudian mempersilahkan secara langung untuk kepada bapak menteri untuk melakukan kuliah umum dengan dursi waktu 60 menit. Berikut isi dari kuliah umum  tersebut:

“Pertama-tama kami panjatkan syukur Alhamdulillahirrobilalamin dimana pada pagi hari ini saya dapat bertemu dengan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jember dalam rangka kuliah umum yang berkaitan dengan tema membangun ekonomi rakyat melalui kewirausahaan atau untuk mencapai pada daya saing bangsa menuju internasional. Ini menjadi sangat penting pada tema utama yang disampaikan yakni perekonomian kerakyatan untuk meningkatkan daya saing di pasar Internasional. Namun intinya bagaimana mementingkan ekonomi kerakyatan yang bisa mendukung pada daya saing bangsa. Ini yang perlu kami sampaikan didalam menghadapi daya saing bangsa kementrian riset teknologi dan pendidikan tinggi kalau kita melihat punya visi yaitu bagaimana meningkatkan kemampuan dan riset teknologi dan pendidikan tinggi dalam rangka untuk mencapai daya saing bangsa. Ini yang selalu kami sampaikan untuk mencapai daya saing bangsa.

Didalam mencapai daya saing bangsa instrument apa saja yang harus kita perhatikan yang pertama adalah terkait pada high education and Training (yaitu yang terkait masalah pendidikan tinggi dan pelatihan), yang kedua yang terkait dibidang science and teknologi yang ketiga adalah yang terkait pada education dan teknologi. Pertama kalau kita perhatikan dalam high education  ini adalah bagaimana kita meningkatkan mutu pendidikan yang bisa menjadi daya saing bangsa, apakah perguruan tinggi itu yang namanya daya saing bangsa lulusannya harus menerima ijasah saja, lulus dan dapat ijasah apa itu yang diinginkan? Ini yang harus kita jawab bersama, rasanya tidak cukup maka yang sangat penting adalah high education and training. Bagaimana cara penciptaan dari mahasiswa terhadap kemampuan yang dimiliki oleh seorang pada bidang atau ilmunya masing-masing dan ini menjadi penting, karena ini dari mahasiswa ekonomi dan jurusan yang lain kita harus mencoba mengembangkan diri. Kalau kita berbicara tentang jurusan akuntansi, dikatakan mereka mempunyai daya saing bangsa itu ukurannya yakni, mereka harus mampu bersaing diduniannya, jika dunia akuntansi yaitu menjadi seorang akuntan manajemen, akuntan publik , akuntan pajak, akuntan pemerintah. Jika itu jurusan manajemen maka kemampuan mereka dalam mengelola bisnis yang terkait dibidang marketing, terkait logistiknya atau riset manajemenya dan lain-lainya dan ini menjadi hal yang penting. Nah jika ukurannya itu maka kita tarik kebelakang yaitu pada proses perkuliahan yang kita pahami adalah bagaimana lulusan punya kopetensi pada bidang tersebut maka kedepan tidak cukup mahasiswa itu lulus hanya mendaptkan ijasah saja, tetapi juga harus mendapatkan juga yang namnaya kompetensi. Peraturan presiden nomor 8 tahun 2013 mengatur yaitu KKNI (kualifikasi kompetensi nasional Indonesia), ini menjadi hal yang sangat penting dan perhatian kita apakah kita dalam  pendidikan tinggi punya kualifikasi kompetensi sesuai dengan peraturan presiden tersebut. Ini harus kita dorong betul pada semua perguruan tinggi baik negeri dan swasta. Sehingga dengan kualifikasi semacam ini tidak ada dan tidak waktunya lagi kita berbicara tentang ini perguruan tinggi negeri atau swasta, era kita adalah kopetensi. Dimana jika perguruan tinggi negeri tidak memiliki kompetensi maka dia akan ketinggalan masa namaun jika perguruan tinggi meskipun swasta memiliki kompetensi maka dia akan memenangkan persaingan dan akan begitu saja jika kita tidak meningkatkan dan ini kompetensi.  Dan siapa yang akan mengakui seseorang punya kompetensi? Inilah yang menjadi masalah, apakah prosedurnya sudah cukup dari dosen memberikan sertifikat saja, ini tidak cukup. Seseorang yangmemiliki kompetensi itu harus diuji tentang kompetensinya sebagai sertifikat kompetensi yang dimiliki. Sertifikat kompetensi yang dimiliki seseorang diberikan oleh suatu lembaga sertifikasi profesi itu sendiri. Jika dijurusan akuntansi itu ada lembaga yang mengurusi hal seperti itu yaitu ikatan akuntan Indonesia, begitu seseorang sudah mendapat serifikat kompetensi maka dia akan menerima CA certivikat Acounter. Dan ini berlaku pada yang lainnya.

Yang kedua setelah seseorang memiliki pengakuan kompetensi tersebut maka dia juga harus juga mempunyai kemampuan dibidang saince and teknologi, jika kita dibidang sosial ya berarti sosial saince   begitu seterusnya dimasing masing bidang ilmu. Saince dan teknologi ini harus diwujudkan dalam bentuk riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan para dosen supaya mencapai nasional kompetitif plus, jika kita risetnya baik since teknologinya kita berkembang maka akan menghasilkan yang namanya inofasi.riset penelitian kalau hanya menghasilkan publikasi saja itu akan memenuhi perpustakaan saja maka kita pelu melakukan bagaiman riset rise yang kita lakukan oleh para peneliti baik dari dosen dan mahasiswa itu menuju pada inofasi dan itu yang harus kita lakukan. Contoh kalau kita ingin meneliti dibidang engenering saat ini dijalan banyak kendaraan motor dan mobil semua bahan bakarnya menggunakan bensin atau solar, bisakah saya menciptakan kendaraan yang tidak pakek solar dan bensin nah munculkan kendaraan yang namanya kendaraan listrik, setalh lama mungkinkah jika tidak memakai listrik maka jadilah kendaraan mengunakan tenaga surya dan ini adalah inofasi. Yang menjadi penting dalam inofasi ini adalah kita ingin melihat tingkatan inofasi itu sendiri, kementrian riset dan teknologi telah membuat suatu regulasi yang terkait tingkatan teknologi ini Technology Readiness Level (TRL) dalam hal ini tingkatan kesehatan teknologi dari satu sampai 9 dibidang riset khususnya untuk para mahasiswa dan dosen. Jika risetnya baik insyaallah jika dalam prosesnya baik maka auditnya akan baik juga.

Kita coba gairahkan seseorang meneliti dengan baik dan septimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing dan ini masuk kedalam Technology Readiness Level (TRL). Jika 1-3 kami kategorikan basic research kalau 4-6 riset terapan jika 7-9 sudah layak masuk industry secara ekonomi dia sudah efisien dan bisa menghasilakan keuntungan dan mendapatkan hasil.

Kita lihat perkembangan sekarang tantangan Indonesia di abad 21 ini cukup dahsyat, dulu kita mencari kendaraan naik taksi, angkot, jika mau naik taksi kita harus ketempat pangkalan atau tempt jalur yang dilewati manggil belum tentu datang, ternyata sekarang orang berinofasi baru bagaimana saya tidak usah keluar dari rumah tapi bisa naik kendaraan keluarlah system teknologi di dalam online transportasi yakni gojek, dan jika ini dilakukan secara terus menerus maka yang akan terjadi adalah perubahan ekonomi. Dibidang teknologi informasi pun juga mengalami perubahan inofasi yang dahsayat, salah satu contoh jekma dari cina yakni sistem pembayaran uang tunai secara online hanya melalui hand phone, ini lah yang harus kita upayakan ingin mendorong peran  mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda, dari pada mahasiswa demo lebih baik mengembangkan wirausaha yang baik. Tahun 2015 kita anggarkan 2500 ternyta yang menjadi wirausahha ada di 2553, ditahun 2017 kita anggarkan 3000, melalui kopertis untuk mengelola dimasing-masing wilayah

Kami ingin menciptakan para entrepreneur muda maka akan menjadi sangat penting bagaimana peran perguruan tinggi mendorong pada anak-anak didiknya bisa menjadi seorang entrepreneur.  Teknologi informasi akan mengubah cara pandang seseorang dan cara pandang perguruan tinggi, siapa yang akan memenangkan perang ini adalah orang yang mau belajar tentang tekhnologi. Oleh karena itu dari adik-adik mahasiswa saya mengingkinkan agar bersaing secara lebih baik. Intinya adalah bagaimna adik-adik mahasiswa bekerja keras mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik belajar kewirausahaan dan ini adalah peluang yang baik bagi kita semua.

Dalam sesi kedua setelah bapak menteri menyampaikan materi kuliah umum maka dibukalah sesi tanya jawab dari perwakilan audience, dalam sambutan terkhir bapak menteri berpesan “Jangan mengina orang dibawahmu karena setiap orang punya keistimewaan.” Ujar menteri.

Akhirnya disesi terakhir acara moderator memberikan simpulan “Bahwa sekarang ini untuk maju tidak ada beda antara PTM dan PTS siapa yang serius itu yang akan  maju “ man jadda wa jadda” saat ini era sudah berubah saat ini sudah masuk pada online era, jadi ideologi kita adalah ideologi perubahann baik dosen ataupun mahaiswa siaplah dalam perubahan setiap saat apabila perlu buatlah perubahan”. Tegas Dr Ir M Hazmi DESS selaku moderator. (AI)

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi