Bidang Kemahasiswaan menerjunkan 15 Mahasiswa UM Jember dalam KBMI 2019

Cetak

MALANG - Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019 tampil dengan wajah dan format baru. Dalam rangka mensosialisasikan teknis pendaftaraan KBMI ini, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti membuat rangkaian Workshop Rencana Bisnis di sebelas wilayah dengan sasaran utama Mahasiswa. Malang menjadi wilayah kedua sesudah Bogor dilaksanakannya workshop ini. Bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, kegiatan ini dihadiri 413 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Gresik ,Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Akademi Administrasi Rumah Sakit Mataram, Akademi Akuntansi Boekittinggi, IKIP Budi Utomo, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Institut Teknologi Kreatif Bina Nusantara Malang, Politeknik Cahaya Surya, Politeknik Kota Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Jember, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Madura, dan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Dalam rangka mendorong munculnya pengusaha muda di perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kembali menyelenggarakan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia tahun 2019, yang akan dimulai dengan Workshop Rencana Bisnis bagi di 11 kota di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah Jember menerjunkan 15 mahasiswa dari beberapa Fakultas diantaranya Ach. Junaidi – Sulik Wahyuni (Agroteknologi), Adilla Faulina - Elgi Arga Laksana – Naning Muhtarrohmah (Matematika), Agung Dwi Susilo - Muhammad Fatoni Asari, Muhammad Muhsin - Mohammad Isnaini - Choni Diah Hanisah - Diah Diana Putri – Sujik Nor Afandi (Manajemen), Lailatul Qomariyah dan Yupianto (Bahasa Indonesia). Kegiatan workshop untuk mahasiswa agar mampu membuat rencana bisnis yang baik dimulai dengan memahami noble purpose dan dapat menjelaskan pelanggan, produk, delivery, strategi manajemen SDM serta strategi keuangan.

Kegiatan Workshop dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan UB Malang,Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim,M.Si, dalam penyampaiannya dikatakan bahwa berwirausaha bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. “Ada tiga syarat untuk bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat yaitu, passion, purpose, dan value” tambahnya. Sambutan dilanjutkan oleh Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan, Kemenristekdikti, Drs Ismet Yus Putra MM yang memberikan pemaparan mengenai kebijakan baru KBMI tahun 2019. Beliau menekankan pentingnya mahasiswa berwirausaha dengan mengikuti perkembangan teknologi di era industri 4.0 yang berbasis teknologi. Workshop ini dibagi ke dalam dua sesi, sesi pertama diperuntukkan seluruh peserta yang mendaftar dan sesi kedua diperuntukkan bagi 100 orang yang diseleksi oleh Dikti berdasarkan noble purpose yang dituliskan pada formulir pendaftaran workshop. Sesi pertama merupakan penjelasan mengenai peran dan strategi mahasiswa dalam mendukung tumbuhnya wirausaha muda mandiri, kreatif dan inovatif dan panduan program KBMI 2019 oleh Dr.Tipri Rose Kartika SE,MM dan dilanjutkan penyampaian langsung dari praktisi dan bisnis coach oleh Nurhadi Irbath mengenai noble purpose Sesi kedua merupakan workshop design thinking dengan metode play based learning menggunakan business craft board game. Dari 15 peserta mahasiswa yang diterjunkan oleh UM Jember, 3 peserta yang lolos dalam Noble Purpose.

Metode penggunaan papan bermain ini dilakukan secara kelompok. Board game ini merupakan simulasi cara memulai dan menjalankan bisnis. Tidak hanya kolaborasi dengan KBMI Ditmawa, workshop ini juga melibatkan komunitas Indonesian Students Entrepreneur Network (ISEN) DARI its Surabaya. Seluruh rangkaian acara workshop ini bertujuan agar mahasiswa mampu membuat rencana bisnis yang baik dimulai dengan memahami tujuan mulia (noble purpose) serta dapat menjelaskan pelanggan, produk, delivery, strategi manajemen SDM serta strategi keuangan. Penggunaan board game ini sebagai gambaran lingkungan yang aman untuk bisa bebas explore memahami cara menjalankan bisnis. “Board game ini merupakan hasil riset yang relevan bagi mahasiswa yang ingin belajar bisnis, pembisnis pemula, atau bahkan yang sudah memiliki bisnis secara komprehensif” . (ADP)

 Reporter : Aditya Dimas Pratama, S.I.Kom.,M.I.Kom