Tingkatkan Produtivitas UMKM melalui Pelatihan Manajemen Pemasaran Berbasis SAK EMKM : Aplikasi Program Pengabdian Dosen FE UM Jember

Seiring dengan peradaban jaman dan pesatnya industri, tak jarang masyarakat Indonesia menambahkan kerupuk sebagai pelengkap menyantap makanan sehari - hari, salah satunya kerupuk putih. Kerupuk dengan bahan dasar tepung tapioka ini biasa disebut juga dengan kerupuk blek. Selain mudah ditemukan di warung atau toko kelontong, kerupuk putih ini selalu menjadi pilihan masyarakat karena harga nya yang relatif murah dan rasanya yang gurih dan nikmat.

Persaingan usaha di era modern seperti saat ini menuntut para UMKM berfikir lebih kreatif dan inovatif. Tidak terkecuali untuk UMKM Kerupuk di Kabupaten Jember, yang harus terus melakukan perbaikan baik dari segi operasional, pemasaran, manajemen, maupun keuangan/akuntansi. Permasalahan yang kerap dihadapi yakni proses produksi yang terhambat karena masih menggunakan tenaga manusia dan tradisional, sehingga jumlah produksi pun terbatas ujar Farid W., selaku owner kerupuk UD. Putra Surya. Bapak Farid juga mengakui keterbatasan ilmu pengetahuan dalam pembuatan laporan keuangan seringkali membuat bingung dalam menentukan keuntungan yang diperoleh. Hal ini juga turut diakui oleh pengusaha kerupuk UD. Putra Jaya yang mengatakan bahwa pembuatan laporan keuangan yang biasa dilakukan masih menggunakan pembukuan atau praktik akuntansi yang sangat sederhana yakni single book entry.

Adanya Program Pengabdian Masyarakat yang diusulkan oleh kedua Dosen Universitas Muhammadiyah Jember yakni Astrid Maharani, SE, M.Akun, dan Dewi Deniaty S.E, M.M mampu memberikan dampak positif untuk meningkatkan produktivitas kedua UMKM kerupuk tersebut. Mengacu pada permasalahan kedua mitra ini, maka untuk itu kami mengupayakan dengan pengadan alat yang modern dan beragam pelatihan yaitu pemasaran dan pembuatan laporan keuangan berbasis SAK EMKM ujar Astrid Maharani. Dalam hal ini kedua mitra mengikuti pelatihan tersebut dengan bersungguh-sungguh.

Seperti yang diketahui, salah satu masalah utama keuangan UMKM terjadi dalam pemisahan keuangan, saat adanya penggunaan barang modal ataupun uang yang berasal dari kegiatan usaha bagi kebutuhan pribadi pemilik. Hal ini menyebabkan pemilik usaha seringkali bingung menentukan keuntungan yang diperoleh dikarenakan belum adanya pembukuan dan pencatatan yang sesuai. Dalam pelatihan akuntansi materi yang dijelaskan mengenai alasan UMKM dibutuhkan pencatatan ketika dilakukan jual beli, ketentuan khusus tentang UMKM, prosedur pencatatan akuntansi di UMKM, serta penjelasan mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).

Selain masalah keuangan, masalah perluasan pasar juga menjadi perhatian bagi mereka untuk meningkatkan keuntungan kedua mitra kerupuk tersebut. Oleh karena itu, melalui pelatihan manajemen pemasaran, kedua mitra dijelaskan mengenai standar kemasan kerupuk yang lebih higienis dan menarik, penentuan segmentasi pasar, penggunaan atau pengaplikasian digital marketing melalui website, facebook bussines, dan instagram bussines, penentuan USP (Unique Selling Point) produk agar mudah menarik minat konsumen. Dewi Deniaty mengatakan Seperti diketahui, digital dan internet marketing mempunyai peran yang cukup kuat untuk mengahadapi persaingan bisnis saat ini. Dengan adanya kemasan yang lebih modern diharapakan mampu meningkatkan nilai jual kerupuk di mata konsumen, selanjutnya akan sangat mudah untuk dipasarkan ke pasar yang lebih luas. Selain itu, promosi dan penerapan strategi pemasaran melalui sosial media pun kian diminati mengingat jangkaun konsumen yang lebih luas dan harga nya yang relatif murah.

Sebelum pelatihan dan pendampingan secara intensif selama kegiatan Program Kemitraan Masyarakat bersama kedua mitra pengusaha kerupuk ini usai, diharapkan adanya keberlanjutan program yang masih tetap dilanjutkan oleh kedua mitra usaha secara mandiri sehingga dapat merasakan dampak meningkatnya produktifitas kinerja.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi