KETERAMPILAN OLAH PANGAN CARA CERDAS BAGI IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ASI

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama bagi bayi terutama saat berusia 0-6 bulan. Kondisi ini menjadi sangat penting bahwa ibu menyusui harus memiliki kualitas ASI yang baik, karena makanan bayi tersebut sangat tergantung dari makanan ibu yang membentuk kualitas ASI. Bila kualitas ASI baik, maka sangat dimungkinkan ibu bisa memberikan ASI secara eksklusif, yaitu bayi hanya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan. Namun kondisi pemberian ASI eksklusif ini kadang masih mengalami kendala, karena kualitas ASI yang tidak mendukung untuk dapat dipertahankan sampai batas waktu 6 bulan. Selain itu ibu menyusui kadang masih belum memiliki pemahaman yang optimal dalam mengelola ASI dan meningkatkan kualitas ASI, yang salah satunya dengan penunjang berupa nutrisi yang memadai dan syarat akan gizi. Mengingat hal tersebut, perlu upaya peningkatan kualitas ASI dengan cara meningkatkan persepsi bagi ibu mneyusui terkait hal-hal yang menunjang kualitas ASI.

Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul “PKM Kelompok Ibu Menyusui Dalam Peningkatan Keterampilan Olah Pangan Sebagai Penunjang Kualitas ASI” yang mendapat bantuan dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, dengan Ketua pelaksana yaitu Diyan Indriyani Diyan Indriyani, S.,Kp.,M.Kep.,S.p.Mat dan sebagai anggota pelaksana Awatiful Azza M.Kep.,S.p.Kep.Mat sebagai Team PKM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Mitra merupakan kelompok ibu menyusui yang tinggal di wilayah Dusun Purwojati dan Dusun Dukuh, Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Tujuan utama dari pelaksanaan program PKM ini yaitu: 1) melakukan penyuluhan tentang manajemen laktasi, 2) melakukan penyuluhan tentang manajemen nutrisi masa laktasi, 3) pelatihan keterampilan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI, 4) pelatihan Mitra menjadi edukator sebaya dan 5) pelatihan Mitra menjadi pendamping dalam edukator sebaya. Selanjutnya target kegiatan ini adalah kelompok ibu menyusui memiliki persepsi yang tepat dan kemampuan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan pada PKM ini selama 2 yaitu bulan Mei-Juni 2018 . Pelatihan pada kelompok ibu mneyusui dilakukan sebanyak 5 kali yang di awali dengan Focus Group Discussion (FGD) guna menjajagi perserpsi awal dari kelompok ibu menyusui berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas ASI. Pada pelatihan keterampilan olah pangan, bahan dasar yang dipilih yaitu lele. Kelebihan ikan lele adalah selain mudah didapat serta murah, lele memiliki cita rasa yang lezat, tinggi protein dan asam amino omega 3, rendah lemak, mengandung kadar fosfor, magnesium,zink, kalsium, zat besi dan kalium cukup tinggi ( porsi ikan lele mengandung 15,6 gram protein), sumber vitamin B12 (porsi lele sudah memenuhi kebutuhan 40% vitamin B 12), rendah merkuri, sehinga sangat tepat diberikan untuk ibu yang sedang menyusui juga dapat sebagai penunjang penyembuhan luka bagi ibu menyusui karena dampak dari persalinanUntuk selanjutnya pada kegiatan PKM ini juga dilakukan pendampingan saat demonstrasi menjadi edukator sebaya bagi kelompoknya. “saya berharap kelompok ibu menyusui ini dapat meningkatkan persepsinnya dalam mengoptimalkan kualitas ASI terutama dalam keterampilan olah pangan”, harap Diyan Indriyani, S.,Kp.,M.Kep.,S.p.Mat. “ selain itu juga menjadi educator sebaya bagi sesame ibu menyusui”. Imbuhnya.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi