Peran Penting Mahasiswa Dalam Pertahanan bangsa : Stadium General bersama Laksma TNI Dr. Suhirwan S.T.,M.MT di UM Jember

Kamis (13/92018), UM Jember menggelar Teleconference Stadium General Mahasiswa baru bersama Wakil Dekan Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia Bogor yakni Laksma TNI Dr. Suhirwan S.T.,M.MT. melalui media Skype. Acara teleconference berjalan lancar selama kurun waktu 30 menit. PKKMB (Pengenalan Kehidupan kampus bagi mahasiswa baru) yang dilaksanakan sejak tanggal 13-15 September mendatang akan memberikan materi materi terbaik bagi para mahasiswa baru dengan para narasumber terbaik dibidangnya.

Dalam Stadium General Dr. Suhirwan menyampaikan tentang ancaman-ancaman di Negara Indonesia dan bagaimana peran mahasiswa sebagai generasi bangsa. Menurutnya ancaman yang harus menjadi perhatian penting salah satunya adalah ancaman integrasi nasional terkait dengan politik di Indonesia, Money Politik, Politik Sara yang rasis, Politik Poligami yakni sistem politik yang berkuasa dimana biasanya satu keluarga secara bergantian menduduki kekuasan negara, dan penyerangan pada daerah batas negara. Selanjutnya ancaman integrasi nasional bidang ekonomi, inflasi harga, ketergantungan pada pihak asing. Ancaman integrasi dalam bidang social, yakni seperti kasus LGBT, mengakui keorisinilan karya milik bangsa. Sebab banyak sekali kasus perampasan budaya yang hampir diakui kepemilikannya milik Indonesia oleh negara lain.

Laksma TNI Dr. Suhirwan S.T.,M.MT. menyampaikan bahwa mahasiswa berperan besar untuk mencegah terjadinya ancaman-ancaman tersebut. Yakni setiap mahasiswa hendaknya memiliki jiwa patriotisme. Simpati terhadap bangsa, mampu melihat kelebihan dan kelemahan bangsa lain, rasa mencintai negara sebagai identitas tiri, terbuka melihat dunia tidak menutup diri sendiri, cinta tanah air berjiwa membaharu, dan menempatkan kepentingan persatuan bangsa diatas kepentingan diri sendiri.

Lalu peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang mungkin nantinya menemui ancaman-ancaman tersebut hendaknya memiliki karakter yang berawal dari kesadaran diri sendiri. Yakni budaya membaca, semakin meningkatkan kemampuan, tidak egois, peduli dengan lingkungan, sebagai Agent Of Change, bermoral, dan dapat bersatu serta berdamai dengan siapapun. Menjaga ikrar antar komponen bangsa selaku kontribusi secara nyata, dapat menjadi tauladan dan inovasi dengan menunjukkan kualitas.

Yang terakhir dengan strategi yang terencana, terpadu dan terarah, pembangunan lintas bidang, dan menjadikan mahasiswa sebagai subjek adalah cara untuk membangun potensi mahasiswa guna menyelesaikan persoalan nasional meskipun banyak permasalan internal diri sendiri.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi