Selalu Do The Best, Menjadikannya Sebagai Wisudawan Teladan Fakultas Pertanian

Lulus dengan status cumlaude tentu menjadi impian dari setiap mahasiswa. Apalagi ketika mendapat predikat sebagai wisudawan teladan. Kedua hal tersebut diraih oleh abdul jalil (fakultas pertanian program studi agroteknologi 2014) wisuda pada 25 agustus 2018.

Istilah kupu-kupu (kuliah-pulang) tidak ada di dalam kamus Abdul Jalil dia memanfaatkan masa kuliahnya dengan sangat produktif. Berbagai kegiatan kepanitiaan kampus pernah diikutinya seperti menjadi tim supporting soft skill center tingkat universitas. Tidak hanya itu, abdul jalil juga aktif dalam mengikuti berbagai lomba dan kegiatan pengabdian masyarakat. Tahun 2016, juara satu lomba video dokumenter se kabupaten jember, lomba KTI Provinsi Jatim, serta juga telah ditunjuk sebagai tim pendamping mahasiswa program iptek bagi mitra kerjasama antara unmuh jember dengan kemenristekdikti pada tahun 2017 hingga sekarang.

Lahir dari keluarga berlatar belakang petani putra dari bapak fauddin dan ibu hofiyatun abdul jalil terus mencoba memberikan penghargaan yang terbaik untuk dipersembahkan kepada kedua orang tercinta. “saya sangat termotivasi dari bapak tercinta, saya ingin menjadi petani berdasi yang memberikan kontribusi banyak untuk masyarakat dan mengabdi untuk masyarakat”, jelasnya.

Saat ditanya mengenai tips and trick sampai bisa menjadi wisudawan teladan, abdul jalil mengatakan bahwa ia selalu do the best dalam segala hal amanah telaten, tidak menunda nunda pekerjaan apapun, memanfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin dan goal achievement yang harus dicapai dengan matang dan kemudian do the best dalam setiap langkahnya.

Dalam kesempatan lain Abdul Jalil juga berpesan bahwa belajar berorganisasi itu penting sebagai pendukung akademik yang memberikan manfaat luar biasa, dia mengatakan dalam kegiatan oraganisasi yang saya ikuti yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember telah memberikan kontribusi luar biasa dalam sejarah hidupnya. Dia mampu membuka peluang dengan belajar menganalisi dan manajemen diri melalui organisasi, dan membuktikan bahwa seorang organisatoris itu mampu membuktikan prestasi yang luar biasa. Dia mengibaratkan akademik bagaikan pistol dan organisasi sebagai sebuah peluru yang bias memberikan dampak luar biasa bagi penerimannya. Sehingga menurut Abdul Jalil tidak bisa hanya mengandalkan akademik tapi juga organisasi sebagai goal untuk masa depan.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi