MAHASISWA ILMU PEMERINTAHAN, STUDY TOUR KE DESA ADAT TERUNYAN DAN PANGLIPURAN

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan 2016, Universitas Muhammadiyah Jember melakukan Study Tour di dua Desa Adat Bali, Jum’at (04/05/18). Adapun tempat yang dituju yakni Desa Adat Terunyan dan Desa Adat Panglipuran.

Study Tour yang didampingi oleh Dr.Emy Kholifah M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sekaligus Dosen Mata Kuliah “Pembangunan Desa” dan Baktiawan Nusanto S.IP, M.Si, Dosen Fisip, juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai desa adat.

“Tujuan utama Study Tour kali ini juga ingin meningkatkan dan menambah wawasan mengenai desa adat di Terunyan yang nantinya mahasiswa bisa mngetahui bagaimana Perencanaan, Pelaksanaan dan pengawasan Pembangunan di Desa Adat dengan cara observasi ke Pemerintah Desa, Instansi-instansi Desa, Tokoh Adat maupun Masyarakat Umum” ungkap Dr. Emy Kholifah M.Si.

Shohibul sebagai ketua panitia Study Tour, mengungkapkan Study tour ini merupakan tindak lanjut mata kuliah Pembangunan Desa. Kedatangan mahasiswa Ilmu Pemerintahan diterima dengan ramah oleh Kepala Desa Terunyan, I Wayan Arjana bersama staf-stafnya.

Terunyan, Desa adat yang terletak di kaki gunung Batur dan berada tepat di sisi danau Batur itu, penduduknya memiliki mata pencaharian bercocoktanam brambang, kobis, cabe dan budidaya ikan mujahir dengan karamba yang diletakkan di danau Batur. Selain itu penghasilan dari wisatawan juga sangat membantu penghasilan penduduk Desa Terunyan.

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu dan bapak dosen juga adik-adik mahasiswa karena telah memilih desa kami untuk menambah wawasan mengenai desa adat” ungkap I wayan.

Pemerintahan Desa Adat Terunyan memiliki kerjasama dan dukungan yang besar dari tetua Desa Adat. Mereka menjadi mitra dalam menjalankan pembangunan di desa, baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan juga pengawasan pembangunan.

Dalam Study Tour tersebut, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2016 dibagi menjadi tiga kelompok dalam melakukan observasi mengenai Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa yang kemudian hasilnya dipresentasikan dan dihadiri serta disaksikan langsung oleh sekretaris desa Terunyan.

Selain itu, Mereka, peserta Study Tour, juga berkesempatan untuk mengunjungi tempat pemakaman masyarakat Terunyan. Setelah melakukan observasi di Desa Adat Trunyan, perjalanan Study Tour berlanjut ke Desa Adat Panglipuran. Sabtu, (05/05/18).

“Di Desa Penglipuran, Masyarakatnya menawarkan kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi dan juga lingkungannya sangat bersih” tandas Afa Ayun Afinas, salah satu peserta Study Tour setelah mengunjungi Desa Adat Panglipuran.

Sesuai dengan UU Desa Nomer 6 tahun 2014, Desa Adat diharapkan tumbuh dan berkembang sebagai sebuah kearifan lokal yang menjadi ciri khas desa mandiri di Indonesia. Seperti halnya desa Terunyan ini yang dapat menghidupi desanya sendiri dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut, karena memiliki keunikan tersendiri. Ke depan, desa-desa adat seperti ini harus menjadi ciri khas desa-desa di Indonesia yang memiliki keunikan budaya yang terlestarikan.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi