Penganugerahan Doktor UM Jember Kepada Abadi Sanosra Berkat Layanan Perbankan Syariah Bagi Nasabah Santri

Humas UM Jember – Malang | Pada Kamis (19/2), Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali gelar Ujian Doktor Terbuka yang dilaksanakan di Ruang Pascasarjana Fakultas Ekonomi UB Malang. Kali ini Dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember Abadi Sanosra, SE, MM sebagai peserta ujian, menawarkan sebuah disertasi berjudul “Kontruksi Dimensi Kualitas Layanan Perbankan Syariah (Studi Kasus Pada Nasabah Santri Perbankan Syariah Indonesia)”. Disertasi yang dipromotori oleh Prof.Dr.Surachman,SE.,M.SIE dan dikopromotori oleh Prof.Dr.Moeljadi,SE.,SU,M.Sc dan Dr. Nur Khusniyah Indrawati,SE.,M.Si ini dilatarbelakangi oleh Dimensi dan kondisi kualitas layanan perbankan Syariah bagi Nasabah Santri di Korwil Besuki 4 Kabupaten Jember,Situbondo,Lumajang,Bondowoso.

Pada dasarnya, kualitas layanan nasabah santri di perbankan syariah sangat kontruktif lebih relevan, karena perbankan syariah telah diatur secara tugas dengan sumber-sumber hukum islam yang terdiri dari Al Qur’an dan sekunder.

Abadi menggunakan teori Kontruktiv, dimana pada disertasi ini, Abadi ingin mengetahui bagaimana masyarakat memaknai acuan terhadap fenomena perbandingan konstruktif dari segi teks abstrak dan teks konkrit, sehingga di sisi lain kenyataan social yang dilihat dan ditangkap oleh masyarakat tidak sesuai dengan abstrak. Disinilah nasabah yang menjadi informan memaknai bagaimana seharusnya terjadi “ujar Abadi”..

Pada ujian doktor kali ini, beberapa penguji memberikan beberapa pertanyaan. Prof. Dr. R. Andi Sularso menanyakan hubungan kontruktiv dengan fenoma sendiri apa yang terjadi pada pelayanan perbankan syariah terhadap nasabahnya. Dari pertanyaan tersebut, Abadi menjawab bahwa Hubungan Konstruktiv terhadap fenomena sendiri, dimana fenomena itu terdiri dari dua teks yaitu teks abstrak dan teks konkrit. Teks abstrak merupakan hukum pada peraturan yang menjadi acuan pada masyarakat sedangkan teks konkrit realitas social yang nyata terjadi di kehidupan secara nyata di masyarakat.

Menurut Abadi dalam disertasinya, dengan demikian pendekatan kontruktiv lebih relevan digunakan dalam penelitian ini, karena perbankan syariah telah diatur secara hukum hukum islam yang terdiri dari Al Qur’an dan sekunder.”ungkap Abadi”

Dari permasalahan tersebut, kesimpulan pada disertasi ini adalah alasan tidak memaknai dengan fenomenalogy, dimana metodologi kontruktiv ada perbedaan mendasar. Fenomenalogy social mengalir apa adanya pada masyarakat yang mengikuti perkembangan itu tanpa mengetahui asal usul dari fenomelogy itu sendiri. Pada hasil Ujian Doktor Terbuka ini, Abadi lulus dengan predikat “sangat memuaskan” dan resmi menjadi doktor yang ke-616 di Universitas Brawijaya Malang. Segenap Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Jember langsung mengucapkan kepada Dr. Abadi Sanosra, SE, MM Selamat atas perolehan Doktor di Program Pascasarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Jember. (ADP/ ZAH)

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi